Selasa, 22 Desember 2015

Dinas Wajib Koleksi Gerabah Bumijaya

16.14


Wakil Bupati Serang Rt Tatu Chasanah meninjau gerabah yang diproduksi oleh warga Desa Bumijaya, Kecamatan Ciruas, Senin (15/6).

CIRUAS - Wakil Bupati Serang Rt Tatu Chasanah mewajibkan dinas dan kecamatan di Pemkab Serang menyimpan ornamen gerabah buatan perajin warga Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas di depan kantor. 
“Selain di dinas dan kecamatan di kantor-kantor, perusahaan di Kabupaten Serang juga harus ada ornamen gerabah. Masak disuruh beli buat pajangannya gak mau.

Ini upaya membantu pemasaran perajin gerabah Bumi Jaya,” kata Tatu saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan badan hukum koperasi, tungku gerabah dan pencanganan Desa Bumi Jaya sebagai desa wisata di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Ciruas, Senin (15/6).

Tatu menjelaskan, gerabah yang dipajang bisa menjadi ajang promosi kepada tamu yang datang ke kantor dinas atau kantor kecamatan. “Itu bagus buat pemasaran. Apalagi kita tahu  gerabah Bali kalah jauh
dengan kualitas gerabah buatan perajin Bumi Jaya ini. Allah telah memberikan potensi alam tanah liat kualitas terbaik dan ini harus dimanfaatkan,” katanya.

Diungkapkan Tatu, potensi tanah liat berkualitas terbaik ini perlu dijaga. "Bupati sudah mengeluarkan aturan larangan membawa tanah liat dari sini ke luar daerah.Ayo kita besarkan, majukan kalau kita kelola tanah liat sendiri. Bukan mengirim tanah liat tetapi produksinya. Kita bangkitkan UKM di sini untuk mengurangi pengangguran,” katanya.

Dikatakan Tatu, pemerintah memiliki tugas mendorong kemajuan UKM-UKM seperti sekarang ini. "Pemerintah menyelenggarakan pelatihan terhadap para perajin gerabah.Terus mengajak studi banding ke Yogyakarta dan mendatangkan tutor atau pelatih ke sini. Hanya kita punya PR besar dalam pesaran untuk itu saya mewajibkan dinas pesan gerabah,” katanya.

Konsep Desa Bumijaya menjadi desa wisata sebenarnya sudah digulirkan sejak beberapa tahun lalu. “Kalau kita sudah menetapkan menjadi desa wisata secara mental masyarakatnya harus siap dalam menerima tamu, harus siap ramah dan murah senyum jangan masem. Coba liat di Bali sana, dari sopir taksi sampai masyarakat ramah pada turis, terus jaga kebersihan lingkungan dan paling penting pola hidup kalau kumuh akan sulit menarik wisatawan masuk,” katanya.

Ahmad Suhaemi, perajin gerabah warga Desa Bumi Jaya mengapresiasi arahan wakil bupati. “Inilah yang kami tunggu-tunggu. Semoga saja dari situ awal kebangkitan kembali  kejayaan gerabah Bumi Jaya,” katanya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang Abdul Gofur mendukung langkah Tatu. “Apa yang disampaikan Bu Tatu diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh SKPD terkait. Memang sudah kewajiban kita turut mendorong pemasaran gerabah Bumi Jaya, apalagi dari segi kualitas sangat bagus dapat mengalahkan gerabah buatan perajin Bali sekalipun,” katanya. (purnama)


Sent from my iPhone

Written by

@yahsya54 | Penulis Blog [story] masblo | gak semua yang gue tulis gue pikirin, dan gak semua yang gue pikirin gue tulis.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2014 Desa Bumijaya. All rights resevered. Edited by @yahsya54 | Designed By @yahsya54

Scroll ke atas